indriyuni

Just another WordPress.com site

PENDIDIKAN ANAK MENURUT ISLAM

leave a comment »

Pendidikan anak dalam Islam adalah pengasuhan dan pengajaran bagi anak-anak sehingga mencapai tingkat kedewasaan yang optimal. Dewasa yang dimaksud ialah dapat bertanggungjawab terhadap diri sendiri baik secara :

  1. Biologis : apabila seseorang telah dapat menurunkan keturunan dengan kata lain ia telah akil baliq.
  2. Psikologis : apabila bermacam-macam fungsi kejiwaannya telah berkembang sepenuhnya dan telah matang, seperti kematangan sosial, moral.
  3. Paedagogis : apabila telah menyadari dan mengenal diri sendiri atas tanggungjawab diri sendiri.
  4. Sosiologis : apabila seseorang telah memenuhi syarat untuk hidup bersama yang telah ditentukan masyarakat misalnya sudah dapat saling menghargai, saling menghormati, tenggang rasa, saling membantu, hidup harmonis dan mau membela kepentingan bersama.

Oleh karena itu pendidikan anak merupakan amanat besar dari Allah SWT. Keteledoran dan penyelewengan pendidikan anak dari minhaj yang telah ditentukan merupakan pengkhianatan terhadap amanat besar tersebut.

Dalam mendidik anak dibutuhkan suatu materi, dimana arti materi sendiri dalam pendidikan adalah segala sesuatu yang oleh pendidik langsung diberikan kepada peserta didik dan diharapkan untuk dapat dikuasai peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikannya.

Di dalam pendidikan anak menurut Islam ada dua materi, yaitu :

1.      Pendidikan Iman, pendidikan iman yang dimaksud adalah :

a.  Mengikat anak dengan dasar-dasar iman

Dasar-dasar iman adalah setiap hakikat keimanan dan persoalan gaib yang secara mantap datang melalui berita yang benar, seperti iman kepada Allah, iman kepada Malaikat, iman kepada kitab-kitab samawi, iman kepada Rasul, iman kepada pertanyaan malaikat Munkar Nakir, iman kepada siksa kubur, iman kepada hari kebangkitan, iman kepada hari hisab, iman kepada surga dan neraka serta semua yang gaib.

b.  Membiasakannya sejak mulai paham melaksanakan rukun-rukun Islam. Rukun-rukun Islam yang dimaksud adalah setiap ibadat yang bersifat badani dan hartawi seperti shalat, puasa, haji bagi yang mampu.

c.   Mengajarinya sejak mumayyiz, dasar-dasar syariat Islam yang agung. Dasar-dasar syariat ialah setiap yang berhubungan dengan sistem Robbani dan ajaran-ajaran Islam seperti akidah, ibadah, akhlak, perundang-undangan, peraturan-peraturan dan hukum.

Dengan demikian tugas dan kewajiban pendidik ialah menumbuh besarkan seorang anak, sejak pertumbuhannya atas dasar konsep pendidikan iman di atas dasar ajaran-ajaran Islam, sehingga ia terikat oleh akidah dan ibadah Islam dan berkomunikasi dengan-Nya lewat sistem dan peraturan Islam.

2.      Pendidikan Moral

Merupakan serangkaian sendi moral, keutamaan tingkah laku dan naluri yang wajib dilakukan anak, diusahakan dan dibiasakan sejak ia mumayyiz dan mampu berpikir hingga menjadi mukallaf berangsur memasuki usia pemuda dan siap menyongsong kehidupan.

Karena moral yang baik merupakan keutamaan akhlak, sebab dengan akhlak yang baik seseorang akan memiiki tingkah laku dan naluri yang baik pula yang merupakan salah satu buah iman yang meresap dalam pertumbuhan keberagamaan yang sehat. Maka seorang nak bila sejak dini ditumbuh besarkan atas dasar keimanan kepada Allah, terdidik untuk takut, merasa diawasi, menyandarkan diri, meminta tolong dan berserah kepada Allah, niscaya ia akan mempunyai kemampuan fitri dan tanggapan naluri untuk menerima setiap keutamaan dan kemuliaaan serta terbiasa akan akhlak mulia.

Berikut firman Allah dan petunjuk Nabi Muhammad dalam mendidik anak dari segi moral dan tingkah laku :

a.  Firman Allah SWT, QS Lukman : 13, yang artinya :

“Dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya  ; ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman”.

b.  Petunjuk Nabi, yang diriwayatkan oleh Ath-Tirmidzi, dari Ayyub bin Musa dari kakeknya, bahwa Rasullullah saw bersabda yang artinya :

Dari Sa’id bin Ash, Rasulullah bersabda : “Tidak ada pemberian yang lebih utama seorang ayah kepada anaknya selain budi pekerti yang baik.”

c.   Arti sabda Rasullullah yang diriwayatkan ibnu Majah, dari Ibnu Abbas r.a., berbunyi :

“Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw., bersabda : “Muliakanlah anak-anak kalian, dan perbaguslah budi pekerti mereka.”

Written by indriyuni

March 15, 2011 at 4:21 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: