indriyuni

Just another WordPress.com site

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI IKTERIK PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2010

leave a comment »

BAB  I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Indikator keberhasilan pembangunan kesehatan salah satunya adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Menurut data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002 – 2003 didapatkan angka kematian ibu sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup.Angka tersebut merupakan peringkat tertinggi di wilayah ASEAN. Pemerintah merencanakan pada tahun 2010 AKI akan turun menjadi 128 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia yaitu 35/1.000 kelahiran. Bila dirincikan 157.000 bayi meninggal per tahun atau 430 bayi per hari. Dan pada tahun 2015 dalam Milenium Development Goals (MDGs) Indonesia menargetkan AKB menurun menjadi 17 bayi per 1.000 kelahiran. Tingginya angka kematian bayi disebabkan banyak faktor diantaranya keperawatan pra kelahiran (Herlianto, 2009).

Kehamilan yang dialami seorang wanita merupakan serangkaian proses yang terjadi di dalam tubuh wanita. Proses tersebut meliputi Konsepsi, Implantasi, sampai dengan menjelang persalinan. Lama dari satu periode kehamilan rata-rata 280 hari atau 40 minggu lebih tepatnya 9 bulan 7 hari dihitung sejak haid terakhir wanita tersebut. Selama 40 minggu umur kehamilan di bagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan pertama 0 – 12 minggu, triwulan kedua 13 – 28 minggu sampai dengan triwulan ketiga yaitu menjelang persalinan. Pembagian usia kehamilan didasarkan adanya perubahan yang khas baik fisik maupun psikologis ibu hamil untuk menyesuaikan diri terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahimnya.

Salah satu  persiapan pasca persalinan tentang perawatan bayi baru lahir perlu diberikan kepada ibu hamil. Hal tersebut berkaitan dengan kesehatan dan tumbuh kembangnya bayi pasca lahir. Dimana bayi masih sangat rentan terhadap lingkungan sekitarnya. Sehingga diperlukan perawatan yang intensif. Keperawatan bayi baru lahir tersebut sangat penting, sebab kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan pada bayi  baru lahir banyak sekali dan tidak terduga. Salah satunya adalah terjadinya ikterik yaitu warna kuning pada bayi yang akan timbul pada hari ke-2 atau ke-3 pasca lahir, dan akan tampak jelas pada hari ke-5 dan 6, serta akan menghilang pada hari ke-10.

Ikterik/Ikterus merupakan salah satu keadaan yang menyerupai penyakit hati dan terdapat pada bayi baru lahir yaitu terjadinya hiperbilirubinemia, yang merupakan salah satu kegawatan pada Bayi Baru Lahir (BBL) karena dapat menjadi penyebab gangguan tumbuh kembangnya bayi. Sedangkan yang dimaksud Ikterus pada BBL adalah meningginya kadar bilirubin di dalam jaringan ekstravaskular sehingga kulit, kunjungtiva, mukosa dan alat tubuh lainnya berwarna kuning (Ngastiyah, 1997: 197).

Ikterus tersebut disebabkan hemolisis daerah janin dan selanjutnya diganti menjadi darah dewasa. Pada janin menjelang persalinan terdapat kombinasi antara darah janin (fetal blood) dan darah dewasa (adult blood) yang mempu menarik O2 dari udara dan mengeluarkan CO2 melalui paru-paru. Penghancuran darah janin inilah yang menyebabkan terjadinya ikterus yang sifatnya fisiologis. Sebagai gambaran dapat dikemukakan bahwa kadar bilirubin indirek bayi cukup bulan sekitar 15 mg% sedangkan bayi belum cukup bulan 10 mg%. Di atas angka tersebut dianggap hiperbilirubinemia, yang dapat menimbulkan kern ikterus yaitu tertimbunnya bilirubin dalam jaringan otak sehingga dapat mengganggu fungsi otak dan menimbulkan gejala klinis sesuai tempat timbunan itu (Manuaba. 1998 : 325).

Kejadian ikterik pada bayi baru lahir perlu diketahui ibu hamil agar melakukan pencegahan dengan cara mencegah timbulnya BBLR (kelahiran prematur). Menurut Manuaba (1998: 330) Upaya mencegah terjadinya persalinan prematuritas atau bayi berat badan lahir rendah lebih penting dari menghadapi kelahiran dengan berat yang rendah,  dengan cara : 1) melakukan antenatal care yang baik,  2) meningkatkan gizi untuk mencegah terjadinya persalinan dengan berat badan lahir rendah, 3) mengikuti gerakan keluarga berencana, 4) memperbanyak istirahat

Akibat dari iketerus berdampak pada terganggunya tumbuh kembang bayi baru lahir dan dapat juga berakibat pada kerusakan otak akibat perlengketan bilirubin indirek pada otak (kern icterus) yang berakibat anak kurang normal dalam perkembangannya. Ngastiyah (1997: 197) menyatakan bahwa ikterus merupakan salah satu keadaan yang menyerupai penyakit hati yang terjadi pada Bayi Baru Lahir yang merupakan salah satu keadaan gawat pada BBL karena dapat menjadi penyebab gangguan tumbuh kembangnya bayi. Jika  ciri-ciri ikterus telah diketahui ibu sejak dini maka akan segera melakukan pencegahan terjadinya persalinan premature atau berat bayi lahir rendah, dan  jika melahirkan bayi dengan ciri-ciri ikterus  maka ibu dapat segera menghubungi bidan desa maupun membawa bayi ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan.

Berdasarkan data yang peneliti peroleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan yang membawahi 26 Puskesmas. Pada tahun 2010 bulan Juli jumlah terbanyak ibu hamil ada di tiga wilayah kerja Puskesmas yaitu : 1) Puskesmas Wiradesa dengan jumlah ibu hamil 1105; 2) Puskesmas Buaran dengan jumlah 1007 ibu hamil, dan 3) Puskesmas Kedungwuni I dengan jumlah ibu hamil 938. Dari ketiga Puskesmas tersebut peneliti mengambil satu Puskesmas untuk tempat penelitian yaitu  wilayah kerja Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan dengan jumlah ibu hamil terbesar yaitu 1105 pada bulan Juli 2010.

Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan penulis di Puskesmas Wiradesa di desa Kemplong dengan melakukan survey kepada  20 ibu hamil hasil akhir didapatkan   ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang mengenai ikterik pada bayi baru lahir sebanyak 13 ibu hamil. Berdasarkan latar belakang dari study pendahuluan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai gambaran pengetahuan ibu hamil mengenai ikterik pada bayi baru lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang  di atas maka penulis ingin mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil mengenai ikterik pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan tahun 2010.

C.     Tujuan Penelitian

Mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil mengenai  ikterik di wilayah kerja  Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan.

D.     Manfaat Penelitian

1.   Bagi peneliti

Menambah pengetahuan peneliti dalam menerapkan ilmu metodologi penelitain yang di dapat serta menambah pengetahuan dalam asuhan kebidanan pada bayi baru lahir khususnya tentang pengetauan ibu hamil tentang ikterik pada bayi baru lahir.

2.   Bagi Ilmu Pengetahuan

Dapat menjadi masukan bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya yang  berhubungan dengan ikterik pada bayi baru lahir.

3.   Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai referensi di perpustakaan yang dapat digunakan peneliti lain yang mempunyai penelitian tentang ikterik pada bayi baru lahir.

4.   Bagi Tenaga Kesehatan

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan informasi atau pengetahuan tentang ikterik pada bayi baru lahir.

Written by indriyuni

March 14, 2011 at 9:57 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: